Logo
images

473 Mahasiswa FEB UBB Laksanakan Project Based Learning, Rektor: Standar Proses Pendidikan

Beritalain.id - BELITUNG - Sebanyak 473 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bangka Belitung (FEB UBB) melaksanakan agenda Project Based Learning (PBL) mata kuliah UBB dan Keunggulan Peradaban, Jumat (16/5/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Pelataran Taman Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Gedung Rektorat UBB itu mengangkat tema “Kampus Kite: Bangun Peradaban, Jaga Budaya”.

Dalam kegiatan ini para mahasiswa menyampaikan edukasi dan mengkreasikan beragam karya seni lokal di Bangka Belitung dengan berbagai hasil kreativitas mereka, seperti parade kebudayaan, flashmob, kabaret, tarian tradisional, dan musikalisasi puisi.

Rektor Universitas Bangka Belitung Profesor Ibrahim menyebutkan, pelaksanaan PBL ini menjadi salah satu standar proses pendidikan, dalam kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang mengangkat tujuh kearifan lokal dari kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Ke depan Mata Kuliah UBB dan Keunggulan Peradaban yang mengedepankan inovasi ini, diharapkan dapat memperkuat jati diri mahasiswa sebagai bangsa yang berbudaya dan menghargai keragaman lokal,” ujar Profesor Ibrahim dalam rilis yang diterima serumpunsebalai.com, Sabtu (17/5/2025).

Sementara itu, ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UBB Nizwan Zukhri menerangkan, pihaknya berharap agar kegiatan serupa bisa berjalan secara konsisten setiap tahunnya.

“Kegiatan implementasi PBL semacam ini harus tetap dijalankan untuk ke depannya, jika memungkinkan melibatkan seluruh program studi,” sebutnya.

Ia menyebutkan, melalui kegiatan ini diharapkan setiap mahasiswa mampu mengembangkan kemampuan serta meningkatkan kompetensi mereka, sesuai dengan tujuan universitas yang tidak hanya ingin menghasilkan lulusan berkompetensi akademik tinggi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

“Kampus diharapkan menjadi pusat inovasi, pusat pertumbuhan ekonomi lokal, dan agen perubahan sosial. Manfaat yang didapatkan juga mahasiswa menjadi lebih memahami dan mentransfer ilmunya kepada masyarakat,” terangnya.



Dipost Oleh Ara

Selamat membaca di situs kami.

Tinggalkan Komentar