Beritalain.id — PANGKALPINANG. Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Maryam menyatakan dukungan penuh terhadap penghapusan kriteria kemiskinan berbasis desil, yang dinilai memicu perpecahan dan ketidakcocokan dengan kondisi nyata masyarakat, Senin (12/10/2026) dalam Rapat Koordinasi Pengusulan Kriteria Kemiskinan Berdasarkan Kearifan Lokal untuk Pemuktahiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menurut politisi Partai Demokrat itu, rumus tatistik desil lebih peka terhadap pergerakan data digital daripada realitas kehidupan warga. Akibatnya banyak data menjadi tidak akurat, namun tetap dijadikan syarat mutlak di bidang kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial sehingga menimbulkan gejolak luas di masyarakat.
“Kami sudah mendengar keluhan para kepala desa dan lurah yang hadir, hampir semua mengalami masalah serupa,” ujar Maryam.
Ia juga menyoroti lambatnya mekanisme perbaikan data: apabila terjadi kesalahan input, pengajuan perbaikan melalui aplikasi cekbansos bisa memakan waktu berbulan‑bulan. Maryam meminta pemerintah provinsi mengirim surat kepada pihak berwenang di pusat untuk memberlakukan moratorium terhadap data BPS yang bermasalah sebelum digunakan sebagai pedoman desil.
“Kami sudah turun ke beberapa desa dan menemukan masalah yang sama. Jika desil membuat tatanan sosial di Babel menjadi carut‑marut, kami akan bersuara satu: hapuskan desil ini,” tegasnya.
Beranda
Post
Anggota DPRD Babel Desak Hapus Kriteria Kemiskinan Berbasis Desil yang Picu Konflik Masyarakat
Anggota DPRD Babel Desak Hapus Kriteria Kemiskinan Berbasis Desil yang Picu Konflik Masyarakat
12 Oktober 2026 0 Komentar
Data Desil Tak Sesuai, DPRD Babel Panggil BPS Pusat
Pemprov Babel Tekankan Pentingnya Koordinasi dalam Pemutakhiran DTSEN 2026
Dipost Oleh Ara
Selamat membaca di situs kami.



