Logo
images

Anggota DPRD Kota Pangkalpinang, Fraksi PKS, Rio Setiady

Carut Marut Pasar Pagi Pangkalpinang, Rio Setiady : Terlalu Lamanya Pembiaran

Beritalain.id --- PANGKALPINANG. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang, Rio Setiady kritisi carut marutnya Pasar Pagi Kota Pangkalpinang.

Dirinya menilai selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang telah terlalu lama melakukan pembiaran terhadap kondisi tersebut, sehingga kondisi pasar terkesan kumuh. Dimana para pedagang berjualan tidak pada tempat yang sudah disiapkan. Selain itu, adanya pengalihan fungsi trotoar dimana ada yang jualan mainan di atas trotoar perkuburan. Yang mana diketahui seharusnya trotoar itu diperuntukan bagi pejalan kaki.

"Disini kita lihat adanya pembiaran terlalu lama. Seharusnya, mereka berdagang di tempat yang sudah di sediakan. Selain itu, trotoar juga selama ini di peruntukan untuk menjual mainan, sebenarnya tidak boleh karena sudah menutup fungsi dari trotoar itu sendiri jika terus di biarkan di khawatirkan hal ini akan menimbulkan masalah baru terlebih akan menjadi pembenaran bagi orang lain untuk melakukan hal yang sama di tempat yang lain," bebernya.

Tidak sampai disitu, terlebih pada hari Sabtu dan Minggu di Pasir Pagi macetnya parah, karena jalan sudah di pakai untuk parkir, yang jualan juga sudah memakan jalan. Terlebih masalah sanitasi di Pasar Pagi menjadi masalah sampai sekarang.

"Kita harap penataan Pasar Pagi ini secara komprehensif, kita ketahui tempat parkir sudah disiapkan. Terlebih masalah sanitasinya. Kita harap Dinas PUPR, Disprindag, DLH untuk meninjaklanjuti itu. Kita berharap jangan sampai ini berulang-ulang, setiap pergantian kepala daerah masalahnya tidak pernah selesai,"

Politisi PKS itu meminta pihak Pemkot Pangkalpinang melalui dinas terkait seperti Disprindag, Satpol PP, Dinas Perhubungan untuk melakukan koordinasi mengatasi itu semua. "Tegakkan aturan dengan cara persuasif dan berikan sosialisasi dan solusi dimana tempat yang boleh berjualan yang sudah di sediakan jangan trotoar dan bahu jalan di pakai untuk jualan," cetusnya.

"Kita ingin agar pasar itu benar-benar nyaman untuk siapa saja, artinya ketika kita datang kemudian pulang dari pasar itu dalam kondisi tidak menimbulkan potensi penyakit seperti menggenangnya air pembuangan yang tidak sempurn yang akan menjadi potensi membahayakan bagi para konsumen," harap Rio.



Dipost Oleh Ara

Selamat membaca di situs kami.

Tinggalkan Komentar