Beritalain.id - PANGKALPINANG. Asisten Pembangunan dan Kesra Pemerintah Kota Pangkapinang, A. Subekti menghadiri undangan dan memberikan sambutan acara penilaian desa dan kelurahan tingkat Provinsi Babel Tahun 2025, Senin (05/05/2025) bertempat Kantor Lurah Air Kepala Tujuh.
Subekti mengungkapkan bahwa lomba kelurahan ini merupakan lomba yang paling bergengsi untuk memperlihatkan atau menunjukkan prestasi seorang lurah di kelurahannya masing-masing. Oleh karena itu, bagi yang paham ini mereka akan mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan sebaik mungkin supaya menjadi juara nasional bukan lagi juara provinsi.
"Saya sudah merasakan itu, saat saya menjadi Camat, pertama kali kami diundang pada acara 17 Agustus tingkat nasional, sebelum-sebelumnya hanya lurah, sejak tahun itu camat selaku pembinaan juga diundang," kenangnya kepada wartawan.
"Kota Pangkalpinang sudah 3 tahun absen untuk menjadi juara provinsi, mudah-mudahan tahun ini kita menjadi juara provinsi. Disisni banyak hal yang dilombakan karena tim juri juga lengkap ada dari Dinkes dan sebagainya baik dari pemerintahan pelayanan masyarakat, dari pembangunan termasuk PKK juga dinilai," timpalnya.
Terkait hal itu, Subekti berharap Kota Pangkalpinang tahun ini meraih gelar juara provinsi dan bisa ikut ke tingkat nasional."Mudah mudahan kawan-kawan kita di kelurahan yang lain berlomba-lomba juga untuk mempersiapkan diri di tahun depan agar dapat menjadi juara di tingkat kecamatan dan mudah-mudahan ada yang melanjutkan ke tingkat provinsi," pesan Subekti.
Sementara Kepada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Bangka Belitung, Budi UTama mengungkapkan bahwa pihaknya menjadi salah satu juri dalam lomba tersebut, dimana penilaian pertama akan dilaksanakan di Kota Pangkalpinang selama 3 hari setelah nya keliling 4 kabupaten/kota.
"Jadi dari 7 Kabupaten/kota ada 4 utusan yakni Pangkalpinang dan Belitung, artinya Pangkalpinang memiliki kesempatan minimal juara 2. Jadi ini adalah agenda kami setiap tahun untuk melihat potensi kelurahan/desa yang ada di Bangka Belitung, kebetulan air kepala 7 ini yang kedua kalinya, hanya saja tahun kemarin belum masuk ke nominasi 3 besar," ujar Budi.

Berdasarkan Permendagri Nomor 81, di situ ada beberapa indikator penilian terutama pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan serta pembinaan."Jadi di sini peran dari kelurahan terutama pak lurahnya bagaimana dengan aparatur serta seluruh elemen masyarakat yang ada di kelurahan ini untuk membangun potensi yang ada.
Berbeda dengan desa yang ada PAD sendiri, bagaimana kelurahan bersama perangkat kecamatan itu bisa memberdayakan masyarakat.
"Ada beberapa poin-poin penting seperti KWT, pemberdayaan dengan masyarakat dalam bidang sampah, pengolahan sampah. Nah ini merupakan suatu program unggulan mereka, tinggal nanti dari segi pemerintahannya kami akan lihat apakah mereka punya produk unggulan misalnya kecepatan pelayanan terhadap masyarakat jadi ada beberapa indikator tersebut yang akan kami nilai," jelas Budi Utama.



