Logo
images

Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa

Pangkalpinang Terapkan New Normal, Mikron: Presidennya Jokowi Apa Molen

BERITALAIN.ID, Berita Terkini Bangka Belitung - Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa membantah pernyataan Walikota Kota Pangkalpinang yang menyatakan sudah melakukan penerapan New Normal di wilayah itu.

Dirinya menyatakan bahwa sampai saat ini belum ada pelaksaan New Normal baik di tingkat pusat maupun di daerah." Di tingkat pusat saja ketua gugus percepatan penanganan covid-19 RI sekaligus kepala BNPB, Doni Monardo masih merancang mengenai New Normal ini," tegas Mikron, Senin (1/6/2020).

Lanjut Mikron, ada beberapa syarat dan rumusan untuk menjalankan New Normal ini diantaranya:

1. Penularan covid ini telah bisa di kendalikan, dalam artian kita bisa melihat zona yang ada wilayah disetiap daerah artinya perlu ada peniliaan jika jumlah kasus di bawah 100 maka di katakan daerah tersebut masih rendah dan dikatakan masuk zona hijau. Untuk Pangkalpinang sendiri memang ada kenaikan sehingga prasyarat nya juga harus benar-benar di patuhi dalam panduan dan pedomannya."Jika Pangkalpinang mengatakan sudah dilakukan, maka perlu di pertanyakan karena Presiden baru akan merencanakan di 4 provinsi dan 25 kabupaten sedangkan di provinsi lain masih belum di terapkan termasuk di Pangkalpinang. Jadi Presidennya Jokowi apa Molen," cetus Mikron.

2. Kapasitas sistem kesehatan yang ada baik Rumah Sakit dan peralatan medis sudah mampu melakukan identifikasi isolasi, pengujian, pelacakan kontak melakukan karantina orang yang terinfeksi." Sampai saat ini kita lihat pelacakan kontak sampai detik ini masih belum tau ada beberapa cluster di Pangkalpinang yang belum di ketahui, bisa dikatakan pengendalian dan kapasitas kesehatan belum memenuhi," sambung nya.

3. Mampu menekan resiko wabah virus Corona di tempat kerentanan yang tinggi. Artinya harus adanya penekanan resiko di pusat-pusat keramaian. Lihat saja di pasar, masih sangat ramai. Kita lihat, apakah ada upaya penekanan resiko wabah covid disini. Sedangkan walikota nya sudah menyatakan mulai melakukan New Normal.

4. Penerapan protokol covid ditempat kerja, artinya physical distancing, fasilitas cuci tangah dan etika mengunakan masker dalam hal ini sudah di tetapkan."Kita di tingkat provinsi sudah menerapkan hal tersebut contohnya kita melaksanakan apel dengan menerapkan protokol kesahatan covid yakni dengan menjaga jarak, dan disetiap OPD harus menerapkan protokol tersebut dan ini harus di terapkan dan baru bisa dikatakan melakasankan new normal.

5. Mampu mengendalikan resiko kasus dan pembawa virus yang masuk kesuatu wilayah, artinya adanya upaya mengendalikannya bukan menolak. Kita sudah mulai di setiap pelabuhan dan bandara kita sudah ada desverifikasi dalam hal ini. Hal ini yang perlu di ketahui dalam mengendalikan resikonya.

6. Bagaimana memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan masukan-masukan. Jadi bukan pernyataan-pernyataan sepihak. Dalam hal ini kalaupun mengaku new normal sudah dilakukan di Kota Pangkalpinang mari kita lihat lagi dan berbenah lagi mungkin masih ada hal-hal yang kurang, jangan sampai menyesatkan dan membuat ambigu masyarakat, satu sisi menerapkan new normal tapi di sisi lain wilayah kota juga belum bisa di kendalikan, seperti pasar dimana merupakan tempat yang sangat rentan dan tinggi kasus penyebarannya.

Terkait itu, Mikron mengatakan sebaiknya Pangkalpinang terlebih dahulu untuk melakukan pembenahan dari 6 syarat dan rumusan New Normal secara perlahan terlebih dahulu dan jangan langsung menyatakan hasil.

"Berbenah lah dari awal, memulailah sesuatu dari data kemudian direncanakan dalam bentuk rencana operasi dan lakukan secara bertahap. Tahapannya pun harus di lakukan melalui 4 tahapan diantaranya tahap sosialisasi, edukasi, tahap pertama penerapan serta tahap kedua penerapan. Jadi jangan langsung mengatakan hasil bahwa sudah melaksanakan new normal. Kalau demikian berati beliau adalah seorang Presiden," tukas Mikron.


TAG COVID-19

Dipost Oleh Ara

Selamat membaca di situs kami.

Tinggalkan Komentar