BERITALAIN.ID - Berita Terkini Bangka Belitung, Pangkalpinang. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada tahun 2022 akan memfokuskan pada percepatan pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat serta menyiapkan sumber daya manusia yang unggul.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Insani saat membuka Forum Konsultasi Publik (FKP) Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022 menggunakan Virtual Meeting, Selasa (02/02/2021).
Pada tahun 2020 dan 2021, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfokuskan pada upaya mengatasi Pandemi Covid-19 dan membangkitkan ekonomi masyarakat serta permasalahan yang lainnya.
Upaya untuk mencapai keberhasilan pembangunan terutama dalam menangani dampak pandemi Covid-19, harus dimaknai dengan persepsi dan tujuan yang sama melalui kolaborasi, koordinasi dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan dengan mengesampingkan ego sektoral.
"Ini merupakan salah satu esensi dari pelaksanaan Forum Konsultasi Publik, tidak ada lagi yang merasa sektor yang paling penting, sedangkan yang lain dianggap tidak penting, semuanya kita anggap penting, berdasarkan prioritas yang ada," jelas Fery Insani.
Pada masa yang akan datang, lanjut Fery Insani, kita dihadapkan dengan tantangan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing. Menurutnya, SDM merupakan faktor penting dalam upaya mencapai kemajuan dan kesejahteraan suatu bangsa. SDM juga merupakan modal utama dalam membangun bangsa ini kedepan.
Guna meningkatkan kualitas SDM yang unggul dan andal, diperlukan berbagai upaya yang dilakukan secara sistematis, terencana, terpadu, dan berkesinambungan.
"Oleh karenanya, secara teknokratik Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah merumuskan tema pembangunan di dalam Rancangan Awal RKPD Tahun 2022, yaitu: Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat Menuju Sumber Daya Manusia Yang Unggul," ujarnya.
Adapun yang menjadi prioritas pembangunan tahun 2022, pertama pembangunan agropolitan; kedua pembangunan bahari; ketiga pembangunan pariwisata; keempat peningkatan ekonomi masyarakat, yang diarahakan pada upaya penurunan tingkat kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran serta peningkatan kesejahteraan tenaga kerja; kelima pembangunan kesehatan; dan keenam pembangunan pendidikan.
"Dari tema pembangunan tersebut, akan kita implementasikan melalui program dan kegiatan pembangunan daerah, guna mempercepat pemulihan ekonomi dan kesehatan yang berdasarkan potensi unggulan daerah dengan tetap mengedepankan kebijakan dalam rangka pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing sesuai amanat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024," tutur Fery Insani.



