BERITALAN.ID, Berita Terkini Bangka - Sejumlah pengurus Satuan Pelajar Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila (PP) Bangka bersama Karang Taruna Desa Kimak menggelar bakti sosial bersih-bersih dan perbaikan makam pahlawan Depati Bahrin, Sabtu (7/11/2020).
Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperingati hari ulang tahun SAPMA PP Bangka ke-32 serta menyambut peringatan hari pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Menciptakan Kembali Jiwa dan Rasa Patriot Dalam Diri Pemuda Agar Dapat Mewujudkan Pemuda Yang Berkarakter, Nasionalisme dan Berakhlak”.
Ketua SAPMA PP Bangka, Agri mengatakan dipilihnya lokasi makan Depati Bahrin karena dinilai kurang terawat dimana hampir seluruh catnya sudah pudar dan terkelupas.
“Kami bukan untuk merubah kondisi makam, tapi untuk memperindah dan memperelok makam pahlawan kita ini dengan cara di cat dan dibersihkan,” ungkapnya disela-sela kegiatan.
Ia juga meminta kepada para pemuda milenial untuk dapat berperan aktif di tengah masyarakat serta menghargai jasa para pahlawan.
“Karena tanpa jasa pahlawan kita tidak bisa jadi bangsa yang seperti sekarang ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Bangka, Sarmili mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan anggotanya. Menurutnya kegiatan ini bertujuan untuk lebih mengingat jasa para pahlawan khususnya yang ada di Bangka.
“Kegiatan ini merupakan desakan dari Pemuda Pancasila kepada SAPMA dan Srikandi untuk bergerak bersama menggelar bakti sosial selama dua hari yaitu pengecatan, pemasangan tiang bendera dan bersih-bersih di lingkungan makam,” ungkap Sarmili.
Ia juga berterimakasih kepada beberapa pihak yang sudah turut membantu baik dari sisi materi maupun non materi sehingga kegiatan tersebut bisa berjalan.
"Kita sangat berterimakasih kepada seponsor terutama RBT yang sudah sangat membantu kita dalam kegiatan ini," tegas Sarmili.
Pengurus Makam Pahlawan Depati Bahrin, Abdul Manan yang juga hadir saat kegiatan berlangsung mengatakan sangat mengapresiasi langkah tersebut.
Ia mengaku selama ini makam Depati Bahrin jarang sekali dipedulikan oleh pihak manapun dimana ia harus berjuang sendirian untuk mengurusnya.
"Jarang sekali ada yang membantu kami untuk mengurus makam ini. Dulu hanya almarhum pak Eko tapi sejak tahun 2000 lalu sudah tidak ada siapapun. Sekarang ada dari Pemda bangka tapi hanya 500 ribu sebulan sejak lima bulan lalu kalau tidak salah," ungkapnya.



