Beritalain.id --- PANGKALPINANG. TK Negeri Pembina 1 Kota Pangkalpinang melaksanakan kegiatan Karyawisata ke Pantai Batu Bedaun, Sungailiat, Minggu (20/02/2022).
Dalam pelaksaan karyawisata tersebut dilakukan beberapa kegiatan diantaranya senam bersama orang tua dan anak didik, bermacam perlombaan serta edukasi yang dapat menumbuh kembangkan kemandirian, bahasa anak, motorik anak, nilai-nilai norma agama, menjaga, mencintai serta menghargai lingkungannya.
"Ada banyak permainan yang kita lakukan, tetapi tidak menghilangkan nilai edukasi anak seperti ketepatan, keberanian, kemandirian, sportifitas serta melatih kesabaran," ujar Kepala Sekolah TK Negeri Pembina 1 Kota Pangkalpinang, Dartini S.pd. AUD.
Dirinya mengatakan kegiatan karyawisata ini merupakan agenda rutin sekolah yang dilaksanakan setiap tahunnya, dengan tujuan mempererat tali silahturahmi/Family Gathering antara orang tua/wali dan anak serta kemitraan sekolah dengan orang tua/wali.
"Karena temanya rekreasi, disini kita bisa memberikan pembelajaran/pengenalan secara langsung kepada anak terhadap apa yang lihat dan dijumpainya dengan langsung melibatkan orang tua/wali," urai Dartini.
Ungkapnya, pembelajaraan ini merupakan kebijakan dari pemerintah yakni program parenting yang melibatkan orang tua secara langsung. Mengapa melibatkan orang tua? agar para orang tua/wali mengetahui seperti apa mendidik anak serta sekaligus memberikan edukasi juga kepada orang tua/wali.
"Terpenting, kita menanamkan konsep merdeka belajar ini untuk memudahkan karena anak lebih cepat paham dan memahami dimana anak berinteraksi langsung dengan alat dan bahan mainnya. Terlebih, ini merupakan hadiah kesiapan menuju HUT kemerdekaan RI yang ke 100 Tahun, pasalnya mereka merupakan generasi penerus kedepannya," tutur Dartini.
Senada dikatakan Sari Wahyuni, S.pd. AUD dalam kegiatan karyawisata ini para guru bisa menjadikan cacatan penilain kepada anak didik, dimana guru akan mengamati kegiatan anak terkait tumbuh kembang seperti kemandirian, bahasa anak, motorik anak, nilai-nilai norma agama, menjaga, mencintai serta menghargai lingkungannya.
"Kita juga akan melaksanakan operasi semut dengan membuang sampah pada tempatnya. Walaupun ini hal kecil, tapi kalau kita tidak kenalkan sejak dini maka sangat berbahaya sekali efeknya, jika dilatih sejak dini hal ini akan mengakar menjadi karakter dan mendarah daging dimana pun anak berada. Karena sifat anak adalah merekam apa yang dilihat dan mudah untuk dilaksanakan.
Terkait itu, dirinya menghimbau kepada anak didiknya dimana pun berada semua bisa jadi tempat belajar baik di sekolah, di pantai, ditempat bersejarah dan sebagainya dan akan menjadi cacatan bahwa disegala tempat kita bisa mengeksplor seluruh kemampuan.
"Semoga dapat mengasah kemampuan anak, baik untuk pembiasaan nilai moral dan budi pekerti, kemampuan dasar motoriknya, serta harapan terbesar kita yang tidak bisa kita pungkiri dari kemanjuan teknologi yang pesat dan canggih ini anak kami mampu bersaing di era global. Intinya mereka mau jadi apapun dalam mewujudkan cita-cita nya tapi tetap memiliki akhlak," tukas Sari Wahyuni.



