Logo
images

Tiga Orang IRT Di Pangkalpinang Menjadi Korban Pelecehan Seksualitas

Beritalain.id --- PANGKALPINANG. Tiga orang Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Tua Tunu, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pemuda.

Diungkapkan korban berinisial D, bahwa pelaku sudah sejak beberapa bulan silam sudah memulai aksinya dengan melihat situasi dan kondisi di tempat tinggalnya.

"Sekitar 4 bulan silam, pertama-tama pelaku melihat situasi dan kondisi di tempat tinggal saya dan pelaku sering mengintip melalui jendela rumah. Setelah beberapa waktu, pelaku berhasil masuk kamar yang kebetulan rumah dalam keadaan tidak terkunci dan saat itu pelaku melakukan tindakan asusilanya dengan merengkuh dan meremas payudara saya," ungkap korban D, Selasa (18/01/2022) kepada awak media.

Tidak sampai disitu, pelaku juga datang kembali pada hari Jumat kemarin, karena tidak ada orang dirumah pelaku ngambil beberapa pakaian dalam saya yang sedang di jemur diluar." Dia hanya mengambil pakai dalam saya saja, sedangkaan pakaian suami dan pakaian anak tidak diambil," katanya.

Diakuinya, pelaku biasanya hendak melancarkan aksinya pada waktu sore hingga malam hari, karena pelaku mengetahui jam kerja dan saat suami saya tidak ada di rumah.

Atas kajadian itu, pihaknya sudah melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib dan sekarang masih dalam peroses pemeriksaan. Dari kejadian itu pula dirinya berharap supaya kasus ini dapat diproses keranah hukum dan pelaku diberikan hukuman sesuai dengan perbuatanya, karena hal ini sudah sangat meresahkan dan jangan sampai ada korban lain selain saya.

Senada dikatakan korban F, dirinya mendapatkan pelecehan seksual pada waktu malam hari saat dirinya pulang membeli makanan dan kejadian tersebut terjadi tepat di daerah Stadion Mini Tua Tunu Pangkalpinang.

"Saya memang suka berjalan kaki saat antar jemput anak. Waktu hari Minggu habis magrib saya membelikan makanan, sewaktu pulang tepatnya di perkuburan Tua Tunu saya melihat ada seseorang dengan perawakan berbadan besar menggunakan sepada motor kearah stadion. Saya kira itu warga setempat dan saya terus jalan pas sampai saya di daerah stadion, saya menerima telpon dari tetangga saya, sewaktu saya lagi menerima telpon tiba-tiba ada yang memeluk saya dari belakang. Pelaku mendekap erat saya dan menempelkan badan nya ke badan saya," ungkap korban F.

Secara spontan, dirinya langsung memukul pelaku dengan sikut tangannya, setelah dekapan tersebut terlepas pelaku langsung melarikan diri mengunakan sepeda motornya yang disembunyikan." Sewaktu ia akan lari, saya melihat jelas baik pakaiannya, celananya, mukanya dan sepeda motor yang ia kenakan.

"Menurut saya, dia sudah mengintai saya sejak lama. Pasalnya, sepada motornya pun sudah dia sembunyikan sedemikian rupa sampai-sampai langkah kakinya saja tidak terdengar oleh saya. Pada hari itu juga, saya diajak sama suami korban yang lain ke rumah RT dan RW setempat dan kami di ajak kerumah pelaku untuk mediasi. Saat sampai dirumah yang dituju, ibu pelaku langusng menangis karena telah menyangka atas perbuatan anaknya tersebut dan memarahi anaknya.

"Waktu dirumah pelaku, kami melihat dan mengamankan pakaian yang dikenakan pelaku saat melakukan pelecehan. Tak selang beberapa lama, pelaku menghampiri kami membawa pisau dan mengancam kami," pungkas korban F.

 



Dipost Oleh Ara

Selamat membaca di situs kami.

Tinggalkan Komentar