Logo
images

by : Ara

Malam Puncak PRB, BPBD Babel Launching Kelekak Nusantara

Beritalain.id- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa akan melaunching Kelekak Nusantara pada puncak even Nasional Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Oktober mendatang. Adapun dua lokasi yang menjadi tempat pelaksanaan launching program itu yakni Desa Namang dan Desa Mangkol Kabupaten Bangka Tengah. 

 
"Kelekak Nusantara ini adalah suatu program untuk mengajak masyarakat peduli lingkungan dengan melakukan penanaman pohon dalam rangka mengurangi risiko bencana, tapi disini kita tidak hanya sekedar menanam, namun ini akan menjadi kebiasaan masyarakat untuk menjaga lingkungan dari bencana," ujarnya. 
Dia menjelaskan, PRB merupakan salah satu kegiatan yang mengaktifkan seluruh komponen masyarakat bagaimana cara mengurangi risiko apabila terjadi bencana. Sebab selama ini, bencana yang hadir di wilayah Provinsi Babel dominannya disebabkan oleh faktor lingkungan.
 
"Contohnya banjir. Banjir ini diakibatkan daerah resapan air yang kurang dan banyak hutan-hutan yang gundul di samping itu juga seperti tepi pantai, tsunami itu bisa langsung masuk karena tidak ada lagi pohon dan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di sepanjang pesisir pantai tersebut. Makanya kami mengambil konsep sesuai dengan kearifan lokal yang ada di kita yang selama ini juga kita kenal namanya kelekak, di mana singkatan ini kalau menurut Drs Ahmad Elvian, kelekak itu artinya kelak untuk ikak," terang Mikron.
 
"Artinya orang tua terdahulu sudah memiliki konsep ke depan, dia menanam pohon di rumahnya atau di kebun kemudian menjadi kelekak. Nah, itu banyak sekali fungsi dan gunanya yang pertama sekali adalah untuk pribadi masing masing buah-buahan bisa diambil, hasilnya juga bisa diambil untuk kepentingan dan perekonomian masing- masing misalnya musim duren, durian ini bisa diambil dan dijual," tambahnya.
 
Kemudian, kehadiran pohon juga akan memberikan manfaat untuk daerah serapan air. Menurut Mikron, wilayah serapan air akan menjadi lebih subur."Itu artinya juga jika pada musim kekeringan atau musim panas dengan adanya sumur-sumur itu bisa membantu. Di samping itu juga, air hujan juga bisa tertahan di daerah-daerah kelekak tersebut," terangnya. 
 
Bertajuk pengurangan resiko bencana melalui kearifan lokal, bulan PRB tingkat nasional ini, yang akan dihadiri 33 provinsi dimana Mikron berharap puluhan provinsi yang hadir bisa membawa tanaman endemik daerah masing-masing. Hal tersebut diupayakan melalui program itu dapat membiasakan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui penanaman pohon.
 
“Kalau seandainya hanya menanam tanpa melibatkan masyarakat, saya pikir tidak ada rasa tanggungjawab, sehingga dengan memunculkan nama kelekak setidaknya apa yang kita tanam akan dirawat oleh yang menanam ataupun desa yang ditanam. Makanya, harapan kami setelah launching kelekak nusantara ini sudah mulai setiap hari masyarakat bisa menanam. Misalnya, Bangka sudah memulai, setiap ada yang nikah diwajibkan menanam satu pohon, dan ini dikuatkan dalam perda, saking pedulinya terhadap lingkungan.
 
"Harapan kami sehingga nanti risiko bencana yang akan terjadi di Babel, resikonya sudah kita antisipasi dan banyak juga lahan bekas tambang yang bisa dijadikan kelelak dan ini lebih menyentuh dari pada hanya menanam secara simbolis,” pungkas Mikron. (Ara/adv)

TAG BPBD

Tinggalkan Komentar