Logo
images

Menjelang Puncak Haji 1446 H, Begini Kondisi Jamaah Haji Bangka Belitung

Beritalain.id - PANGKALPINANG. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bangka Belitung menggelar Press Conference Menjelang Puncak Haji 1446 H/2025 M. Dalam hal ini, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Bangka Belitung, Dr. Masmuni Mahatma memastikan seluruh jemaah asal Babel dalam kondisi fisik yang terpantau baik dan siap mengikuti rangkaian ibadah haji secara optimal.

“Perihal fisik itu sudah diantisipasi, baik itu didaftarkan untuk ikut safari wukuf maupun juga dalam jalan kaki. Ini kabar yang baik bagi kita,” ujar Masmuni kepada awak media saat konferensi pers di Auditorium Mas’ud Hasan Qolay, Kantor Kemenag Babel, Selasa (3/6/2025). Konferensi ini digelar secara daring bersama seluruh petugas Kemenag Babel di Arab Saudi.

Ia menegaskan, bahwa hingga saat ini tidak ada kendala kesehatan serius yang dialami oleh para jemaah.

“Kalau berdasarkan laporan tadi, insyaAllah tidak ada ya. Karena bisa diantisipasi, bahkan dokter-dokter katanya ada satu gerakan namanya anti-dehidrasi. Nah itu saya kira juga satu hal yang bagus. Yang kita syukuri,” jelasnya.

Masmuni juga menyoroti pentingnya sikap tertib dan spiritualitas selama di Tanah Suci. “Saya sangat yakin saja bahwa di Tanah Suci memang tidak boleh ada hal yang agak nyeleneh. Semuanya kita yakin itu baik-baik. Saya yakin ini baik bagi kita,” tambahnya.

Kata Masmuni, puncak ibadah haji akan dimulai dengan pemberangkatan jemaah ke Arafah pada 8 Zulhijjah 1446 H atau Rabu, 4 Juni 2025. “Besok mulai didorong mereka. Biasanya sore, sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Karena mereka harus sampai di Arafah sebelum matahari tergelincir,” ungkapnya.

Setelah itu, jemaah akan bergerak ke Muzdalifah usai Isya dan sebagian langsung menuju Mina untuk melaksanakan lontar jumrah.

Adapun jarak dari perkemahan ke Jamarat bervariasi, dari hanya 30 meter hingga 2 kilometer. “Meskipun tendanya berbeda-beda, tapi katanya tidak terlalu jauh,” timpalnya.

Diungkapkan Masmuni, untuk jumlah Jemaah dengan Kursi Roda dan Murur Cukup Besar. Tercatat, sebanyak 119 jemaah haji dari Babel menggunakan kursi roda: Kloter 6 (36 orang), Kloter 7 (4 orang), dan Kloter 8 (79 orang). Sehingga total jemaah yang akan mengikuti mekanisme murur (melintas tanpa turun) mencapai 277 orang, dengan rincian Kloter 6 sebanyak 107 orang, Kloter 7 sebanyak 121 orang, dan Kloter 8 sebanyak 49 orang.

Namun, untuk Safari Wukuf, Masmuni mengatakan hanya Kloter 7 yang mencatatkan tiga jemaah ikut, sementara Kloter 6 kosong.

“Saya kira, kloter 7 dan 8 ini cukup besar. Kita doakan saja semoga semuanya selamat,” kata Masmuni.

Sejauh ini, menjelang puncak haji 1446 H sudah empat jemaah haji asal Bangka Belitung yang wafat di tanah suci dikarenakan sakit.

“Yang satu dari Belitung karena memang punya riwayat penyakit. Yang dari Merawang, Bangka juga sama, rata-rata yang meninggal, kecuali yang karena kecelakaan lalu lintas kemarin, memang punya riwayat penyakit sebelumnya. Ini harus jadi perhatian serius,” tukas Masmuni.



Dipost Oleh Ara

Selamat membaca di situs kami.

Tinggalkan Komentar