Beritalain.id --- PANGKALPINANG. Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) Ridwan Djamaluddin sambut kedatangan Ketua Kwartir Nasional (Ka Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso, bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kwarnas Pramuka Bachtiar, di VIP Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Sabtu (1/10/2022).
Kedatangan Ka Kwarnas Budi Waseso tak lain untuk menghadiri penyelenggaraan kegiatan Perkemahan Antar Satuan Karya Tingkat Nasional (Peran Saka Nasional) yang digelar di Bumi Perkemahan (Buper) Depati Amir, Kwarda Kepulauan Bangka Belitung di Balun Ijuk pada tanggal 2 hingga 9 Oktober 2022 mendatang.
Ka Kwarnas Budi Waseso yang juga menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menceritakan pengalaman pertamanya datang ke Pulau Bangka dengan cuaca yang cukup baik dan dirinya juga sudah menyantap hidangan Mie Koba yang disediakan.
“Begitu dikasih, saya langsung bahas, mie ini dari mana? Bahan bakunya dari mana? Produksi atau impor? Kita harus membuat fungsi lokalan, dilihat dari masalah Rusia-Ukraina, saat ini dunia sedang babak belur dengan pangan," ungkap Ka Kwarnas Budi Waseso.
Dirinya menceritakan saat melihat dari atas pesawat, Kep. Babel ini tanahnya subur walaupun banyak terdapat kolam bekas tambang.
“Saya lihat tanaman-tanaman seperti kelapa sawit, lada, nah ada potensi unit pertanahan di sini, cocoknya ditanam apa? yang menyangkut pangan dan bisa diolah," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Pj. Gubernur Ridwan menyampaikan bahwa memang kebutuhan pangan Kep. Babel saat ini 20 persen disediakan sendiri, dan sisanya didatangkan dari luar. Dirinya juga melaporkan beberapa hal terkait kondisi pangan dan logistik Kep. Babel saat terdampak inflasi, tambang ilegal, serta penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan mewabah.
“Masyarakat di sini tidak mau makan ikan air tawar, semua maunya makan ikan laut, itu salah satu penyumbang inflasi kami. Sudah tiga hari ini saya mengurus PMK, hal tersebut jadi pembelajaran bagi kami," jelasnya.
Dirinya juga menjelaskan beberapa alasan terjadinya kondisi-kondisi yang sempat terjadi di Kep. Babel itu, serta pihaknya yang terus berusaha untuk memperbaiki kondisi tersebut.
“Sudah ada yang mau menanam biomassa, singkong, dan bambu yang mana industri terbaik bambu ada di Belgia. Saya katakan tanam saja, kalau itu lahannya lahan negara silakan tanam saja. Sebagian lagi, untuk terobosan FABA (Fly Ash dan Buttom Ash) milik PLN (Perusahaan Listrik Negara) itu harus ditumpuk dan disimpan, itu sudah bisa menimbun FABAnya pembangkit listrik untuk menutup kolam tambang yang ada," jelasnya
Pj. Gubernur Ridwan juga berharap kita semua dapat mengambil pelajaran dari berbagai kondisi yang ada seperti perang Ukraina-Rusia, pertambangan, inflasi, serta PMK yang menyerang ternak tersebut, untuk terus dapat mengelola ketahanan pangan Kep. Babel yang lebih baik.
Terkait kepramukaan, Ka Kwarnas Budi Waseso merasa selalu bersemangat terutama kegiatan Peran Saka Nasional.
“Kalau urusan pramuka saya semangat, sekecil apapun urusan pramuka adalah penting bagi saya. Kebetulan saya ada waktu, maka ini adalah rezeki bagi saya dapat hadir ke sini untuk membangun semangat kepramukaan itu melalui kegiatan Peran Saka Nasional ini," tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Kep. Babel Melati Erzaldi, Ketua Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Tingkat Nasional (DKN) Fatkhul Manan, Kepala Perwakilan Bulog Bangka Belitung, Jauhari selaku Sekretaris Kwarda Babel, serta Ilham selaku Waka Bina Muda.



