BERITALAIN.ID --- PANGKALPINANG. Puluhan pengerit kocar-kacir saat tim gabungan dari Provinsi Bangka Belitung (Babel) melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SPBU 24.331115.
Sidak yang bertujuan guna melakukan Monitoring Evaluasi itu dihadiri langsung Biro Ekonomi, Disperindag, ESDM, Hiswana Migas, Pertamina, BRI serta Satpol PP Provinsi Babel.
Dalam sidak itu, tim gabungan menemukan banyak mobil yang tidak layak pakai bertangki modif serta menggunakan drum dan jeriken/jerigen yang sedang melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar.
Tidak hanya itu, penggunaan kartu pendali pemberlian BBM jenis solar bersubsidi juga disalahgunakan oleh para pengerit dan pihak SPBU itu sendiri.
Diketahui, kartu kendali pembalian BBM solar bersudsidi tersebut hanya dapat dipakai satu kali pengisian dalam jumlah terbatas.
Diakui kuasa SPBU 24.331115 bahwa penyalahgunaan kartu pengendalian solar bersubsidi ini sudah berlangsung sejak 1 tahun belakangan ini sejak 2 tahun kartu itu di berlakukan.
"Kejadian ini kurang lebih sudah berlangsung sejak 1 tahun silam," diakuinya, Kamis (6/05/2021).



