BERITALAIN.ID --- PANGKALPINANG. Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Abang Hertza pertanyakan seriusan Pemkot Pangkalpinang terkait penutupan 2 lokalisasi di Kota Pangkalpinang itu.
Pasalnya, wacana penutupan dua kawasan lokalisasi yaitu Teluk Bayur dan Parit 6 yang berlarut digaungkan di telinga masyarakat Pangkalpinang dari akhir tahun 2020 lalu itu kini masih terlihat beraktivitas.
"Ini mungkin sudah yang berapa kalinya. Sebelumnya saya juga sudah menyampaikan statement yang sama lokalisasi itu, apalagi di Bulan Ramadan ini pemerintah harus segera melaksanakan action. Dimana untuk anggaran pemulangan PSK pada dinas sosial selaku leadingsector melaksanakan ini sudah siap, tinggal action saya pikir," katanya, Minggu (2/5/2021).
Dirinya melihat sejauh ini belum juga dilakukan tindakan penertiban atau pengosongan oleh Pemkot Pangkalpinang."Apa yang menjadi kendala terkait penutupan lokalisasi itu," tegas Hertza.
Terkait hal ini, DPRD Kota Pangkalpinang akan mempertanyakan hal tersebut pada rapat dengar pendapat (RDP) mendatang kepada pihak Pemkot Pangkalpinang.
"Sejauh ini kenapa belum dilakukan juga penertiban. Apakah ada hal lain. Target seharusnya di tahun 2021 ini harus tuntas," ujarnya.
"Saya pikir pastinya ini akan dilakukan penertiban, apa setelah Ramadhan ini atau nantinya, tetapi janji kepala daerah kepada DPRD kemarin secara langsung disampaikan bahwa Pangkalpinang terbebas dari wilayah prostitusi," timpalnya.
Namun setelah dilakukannya pengosongan pada tempat-tempat prostitusi tersebut, kata Hertza, harus telah ada langkah yang dipersiapkan agar kedepannya tidak menjadi masalah baru di Pangkalpinang.
"Jangan sampai masalah ini selesai kemudian timbul masalah baru. Kalau nanti jangan hanya sekedar tertibkan tetapi penertibannya tidak tuntas justru akan timbul masalah baru," tukas Hertza



